Vandima

Pages

  • Beranda

like dulu gan..

About Me

Vandima
..................... enjoy it... :)
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2011 (36)
    • ►  Nov 6 - Nov 13 (3)
    • ▼  Agu 28 - Sep 4 (33)
      • kisah : Tiga Pertanyaan
      • Alasan Cewek Suka Warna Pink
      • kisah : Permohonan si Miskin dan si Kaya
      • Malaikat di rumahmu
      • Mengapa orang gila ga pernah sakit ?
      • Tips Berhenti Menyalahkan Orang Lain
      • Cara Berhenti Mengompol
      • Sifat Kasih Rasulullah s.a.w.
      • 13 Peristiwa Besar dalam Sejarah Yang Terjadi Di B...
      • Tausiyah : "Kepompong Ramadhan "
      • 10 Tips Praktis Menjamu Tamu
      • Alasan Kenapa Panjang SMS Hanya 160 Karakter !
      • 5 Tradisi Lebaran di Berbagai Negara
      • Tertawa Membuat Orang Jatuh Cinta?
      • Rahasia Amalan di Hari Idul Fitri
      • KISAH GADIS KECIL DI HARI RAYA IDUL FITRI
      • Kumpulan Ucapan Selamat hari Raya
      • Sikat Gigi Tercanggih Dunia Ini Seharga Rp3,5 Juta
      • 5 Hal Ini Jangan Lakukan pada Dompet Anda Saat Leb...
      • Jibril AS, Kerbau, Kelelawar, dan Cacing
      • Beginilah Sejarah Mengapa 1 Menit = 60 Detik
      • 6 Amalan yang Tidak Diperbolehkan Saat Shalat Idul...
      • 21 Ciri Manusia Alay dan 4 Tingkatannya
      • Misteri Terciptanya Alam Semesta
      • Cara merawat dan memperpanjang umur pemakaian laptop
      • 7 Hukum Alam Semesta
      • Koran-koran yang pake bahasa aL4y
      • 10 Laptop Termahal di Dunia
      • 10 Pulau Terbesar yang ada di Dunia
      • Pengaruh Air pada 7 Bagian Tubuh
      • Satu Kesempatan, Satu Jawaban Ya atau Tidak
      • 5 Kura-kura Dengan Bentuk Tubuh Paling Mengagumkan
      • 10 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia 2011, Ada Sr...

kalender


Free Blog Calendar

time

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

link ane

  • facebook
  • twitter
  • e-mail
Rabu, 31 Agustus 2011

Tausiyah : "Kepompong Ramadhan "


Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim).


Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat burlu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.


Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur'an dan Al Hadits.


Jika proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli adalah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam 'kepompong' Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosa" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona.


Inti dari badah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya." (QS. An Nazii'at [79] : 40 - 41).


Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala," demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] : 6).


Akan tetapi kita bersyukur karena pada bulan Ramadhan ini Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan. Ibadah shaum kita harus ditingkatkan. Tidak hanya shaum atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika syetan dipelas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia akhirat. Hal lain yang paling utama harus kita jaga juga dalam bulan yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak. Barang siapa membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir, demikianlah sabda Rasulullah SAW.


Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.


Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.


Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah 'kepompong' Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona, amiin.***
Diposting oleh Vandima di 15.16
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 Vandima; Many thanks to: Blogger Templates / Web Design Company / SEO / Technology Blog